Penyebab alergi kulit pada anak dan cara mengatasinya

by - April 23, 2017

Zat yang menimbulkan reaksi alergi dinamakan alergen. Alergen dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran nafas (inhalan), saluran cerna (ingestan), suntikan (injektan) atau menempel pada kulit (kontaktan), contoh dari masing – masing alergen tersebut antara lain :

* Alergen inhalan : tungau debu rumah, serpihan kulit kucing, kecoak, spora.
* Alergen ingestan : susu, telur, kacang, ikan laut dan obat oral.
* Alergen kontaktan : kosmetik dan logam (perhiasan, jam tangan, dsb).

alergi kulit pada anak

Masuknya alergen kedalam tubuh akan memicu respons imun : terbentuk antibodi : berikatan dengan alergen, hal ini merangsang timbulnya reaksi alergi. Respons imun yang terjadi via antibodi (Ig E) mengakibatkan terjadinya asma, bersin dan pilek pada pagi hari, kaligata dan eksim.

Anak merupakan salah satu harta yang tidak ternilai harganya sehingga diperlukan perlindungan ekstra untuk anak agar tetap dapat tumbuh dengan maksimal. Akan tetapi, setiap anak memiliki sistem imun tubuh yang berbeda yang dapat menyebabkan anak menjadi rentan terserang penyakit, salah satunya adalah alergi kulit. Penyebab alergi kulit pada anak beragam dan jika tidak segera ditangani dengan baik akan membuat alergi tersebut menjadi lebih parah.

Alergi kulit pada anak biasanya disebabkan oleh:

1. Telur, biasanya ada beberapa anak yang mengalami alergi pada telur yang membuat mereka bisa saja timbul gatal-gatal pada tubuhnya dan juga akan membuat mereka memiliki kulit merah-merah.

2. Seafood, ini merupakan makanan yang biasa membuat anak menjadi lebih mudah mengalami alergi dan juga membuat anak lebih mudah merasakan gatal pada setiap permukaan kulit yang mereka miliki.

3. Yogurt, ini merupakan salah satu minuman yang bisa membuat anak alergi pada kulit karena memang anak masih ada yang belum sanggup meminum minuman yang asam ini.

4. Makanan yang dikonsumsi oleh anak. Beberapa makanan yang dapat menjadi pemicu alergi atau menjadi allergen adalah susu sapi, kacang.

5. Zat atau bahan yang mudah terhirup seperti debu, udara di sekitar tempat tinggal, bulu hewan bahkan tungau debu yang berasal dari boneka atau dari karpet yang setiap hari digunakan.

Cara mengatasinya adalah sebaiknya berikan anak Anda ASI eksklusif terutama pada 6 bulan pertama. Pemberian ASI tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak serta menurunkan resiko terjadinya alergi pada anak. Anda dapat memberikan madu yang diminumkan secara teratur namun pastikan jika anak Anda tidak memiliki alergi terhadap madu. Jangan lupa untuk memberikan makanan yang bekerja sebagai anti inflamasi seperti teh hitam dan teh hijau.


Selain makanan dan minuman tersebut, karena anak masih memerlukan asupan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya, anak Anda tetap harus diberi susu. Namun, jika anak Anda mengalami alergi susu sapi, gunakan susu alternatif seperti susu soya. Protein dalam susu soya dapat menggantikan fungsi protein pada susu sapi yang menjadi penyebab alergi kulit pada anak. Dalam susu soya seperti di SGM Eksplor Soya, terdapat kandungan omega 6 yang tentunya berfungsi untuk meningkatkan dan menjaga perkembangan dan pertumbuhan otak anak terutama bagi anak yang menderita autis dan hiperaktif.

Memiliki presinutri+ untuk memaksimalkan perkembangan dan pertumbuhan anak, susu ini juga dilengkapi dengan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, pilih SGM Eksplore Soya untuk anak usia 1-5 tahun yang mengalami alergi susu sapi dan galaktosemia.

Jika sudah mendapati anak kita mengalami alergi pada kulit mereka, ada baiknya memang dengan mengatasi dengan cek alergi anak ke dokter. Selain itu ada juga beberapa orang yang memang bisa mengatasi masalah pada kulit ini dengan cara memberikan bedak yang sangat penting sekali untuk tubuh anak agar mereka lebih sehat kulitnya.

Memiliki anak yang memiliki alergi ini kita juga harus bisa berhati-hati dalam menjaga tubuh mereka agar mereka tidak kesulitan dalam mengatur tubuh. Ada baiknya memang penyebab alergi kulit pada anak ini kita pahami dengan baik agar sebisa mungkin kita hindari dari anak kita sehingga tidak akan membuat anak menjadi kesulitan. Pastikan bahwa ini sudah sesuai dengan kebutuhan anak kita.

You May Also Like

0 komentar